Archive for the ‘Ulas’ Category

Pemilu 40 Tahun Mendatang, Sold Out!

Wednesday, February 18th, 2009

Tadi malam tiba-tiba saja saya kurang kerjaan dan melakukan beberapa hal yang aneh-aneh  :wishtling: Mulai dari nyepam di forum-forum, sampai menjadi pengamat politik sesaat. Berawal dari melihat perkembangan Kontes SEO nya yang diadakan Mas Dwi, walaupun saya ngga’ ikutan, sampai melihat-lihat website partai-partai politik *entah darimana awalnya saya lupa, tapi tau-tau beberapa situs partai politik sudah berjejer di tab browser memanggil-manggil untuk di-review*.

Sudah seharusnya sebuah partai politik apalagi partai besar punya official website yang menyediakan berbagai informasi dan update berita, dan itu sudah dimiliki oleh sebagian besar partai politik, yang rata-rata menggunakan Joomla *Hah! ketauan :p *, tapi dari sekian banyak partai, yang benar-benar memperhatikan tentang pentingnya sebuah branding *cieh, opoh?* hanya beberapa saja. Penggunaan email misalnya, masa partai besar sekelas P*** menggunakan email dari yahoo? [-X mana ada situs yang tulisan sama background-nya hampir sama lagi, bikin mata sakit :(

Kembali ke masalah judul “Pemilu 40 Tahun Mendatang, Sold Out!” di atas. Kalau Anda sering main ke Kaskus, beberapa waktu lalu ada lelang domain pemilu2009.com betul? :d yang domain tersebut sebelumnya dimiliki oleh seorang Ahmad Rusli. Saya hampir tidak percaya kalau domain yang sifatnya lokal tersebut terjual dengan harga 15 milyar, dan kotornya cerdiknya lagi, dia tidak hanya punya domain pemilu2009.com, tetapi juga pemilu2014.com sampai pemilu2024.com :muntah: hebat… hebat.. *geleng-geleng* Anda dapat berandai-andai kalau setiap 5 tahun dapat 15 milyar, berapa motor bebek yang dapat dikoleksi setiap bulannya?

Saat ini domain pemilu yang sudah ter-registrasi (terakhir kali saya cek tadi malam) sudah sampai pemilu2049.com (40 Tahun mendatang :d ) Nah, bagi Anda yang berhasrat mendapatkan uang 15 milyar hanya dengan modal 100.000 perak, silahkan registrasikan domain pemilu2054.com, dan tunggu hasilnya 45 Tahun mendatang :)) (kalau masih ada pemilu).

Gambar diambil dari : http://www.whauk.com/images/domain_parking_250×251.jpg

Buku-Muka Menjadi Indonesia

Thursday, November 6th, 2008

Apa jadinya kalau Facebook diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia oleh orang-orang yang sebenarnya bukan ahli bahasa? Hemm… bayangkan saja istilah-istilah yang muncul nanti  ;))

Facebook merupakan salah satu situs sosial paling populer di dunia, namun di Indonesia, popularitasnya masih kalah dibanding Friendster ataupun Hi5. Dulu waktu SMA, hampir semua orang di kelas saya sudah bermain-main dengan yang namanya friendster (sampai-sampai alamat friendster di sekolah saya di block untuk siswa), bahkan pada saat pertama kali berkenalan pun yang ditanyakan adalah alamat FS. Padahal di negara asalnya sana, FS bukanlah sebuah situs jaringan sosial yang sepopuler di sini, dan dalam opini saya pada kenyataannya saya lebih suka facebook yang lebih “smart” daripada friendster sendiri (walaupun punya account fs juga :d ).

Untuk Facebook yang lebih mendunia, sekarang ini Facebook telah menyelesaikan suatu project untuk menerjemahkan seluruh kata dan frasa yang ada dalam setiap halaman ke dalam bahasa Indonesia yang mana diikuti oleh lebih dari seribu orang Indonesia (termasuk saya :)) ). Tujuannya yaitu menjadikan Facebook mudah dipahami oleh pengakses lokal sehingga orang yang tidak bisa berbahasa inggris pun bisa menggunakannya. Tapi, sekarang ini kalau dicermati lagi, saya sendiri malah merasa janggal dengan hasil terjemahan kita sendiri :)) Mungkin karena sering mengakses situs dengan bahasa inggris kali, sehingga bingung kalau mau mencari link “Edit Profil” yang sudah berganti “Sunting” :d

Terakhir kali saya login tadi masih ada beberapa kata yang harusnya perlu diperbaiki dengan cara menerjemahkan lagi kata aslinya atau mem-vote (apa ya mem-vote menurut EYD yang benar? ) kata mana yang paling cocok untuk digunakan. Jika Anda adalah fans dari Facebook, maka dapat mengikuti program ini untuk menjadi translator dari facebook, tetapi its free, alias cuma-cuma :P

(* Orang koq Alat??? :)) , perlu di perbarui itu :P  )

Revolusi Browser, Mungkinkah?

Thursday, September 18th, 2008

Apa web browser yang Anda gunakan saat ini?

Jika jawaban Anda adalah IE, aduh maaf saja kalau blog saya terlihat jelek :huray: Karena memang IE adalah browser yang tidak sesuai standar W3C. Apa itu W3C? klik di sini saja yah… :d Jadi presentasi yang ditampilkan kadang-kadang tidak sesuai yang semestinya. Makannya ada suatu gerakan yang dipelopori oleh www.savethedevelopers.org/ dengan nama “Save the Developer” dengan cara meninggalkan jauh-jauh IE6.

Review Browser versi hanifali.info B-)

Sebelumnya saya hanya akan mereview 4 browser yang paling menjadi prioritas saat ini secara singkat. Mulai dari sang jawara dunia (berdasarkan statistik) si Microsoft IE.

Yang saya kagum atas IE adalah ketika ia melakukan skak mat terhadap Netscape yang pernah jaya di era sebelumnya, selain itu tidak ada lagi yang dapat saya banggakan dari browser ini. Besar dan berkembang bersama Microsoft, tentunya membuatnya tak terkalahkan sampai sekarang, karena sudah menjadi suatu image bahwa browsernya windows adalah IE. Tetapi bagi internet-surfer sejati yang tidak asal buka ini itu, tentunya mereka tau kalau IE bukanlah pilihan tepat. Selain dari sisi presentasi web yang ditampilkan tidak sesuai standar (IE 6), dari sisi keamanannya juga IE paling rawan terhadap serangan hacker. Ini karena IE menggunakan fungsi-fungsi Active X yang mana melalui Active X ini memungkinkan seorang hacker untuk menyerang Sistem Operasi.

Browser kedua adalah Opera. Pernah menjadi browser tercepat di tahun 90-an, dan juga browser pertama yang menggunakan tabbed browsing. Di komputer saya terinstall Opera v 9.50 beta dengan interface yang lebih modern, tapi hanya sebatas browser untuk testing saja. Kecepatannya menampilkan sebuah halaman web memang tidak diragukan, tetapi yang saya tidak suka terhadap browser ini adalah saat mengeksekusi JavaScript. Saya berkali-kali membuka web dengan JavaScript kompleksitas tinggi dengan Opera tetapi hasilnya tidak sempurna :( , contohnya saja saya sering menggunakan jQuery JavaScript Library, atau yang serupa di dalam sebuah halaman web, tetapi ketika browser diminta melakukan animasi-animasi tertentu, Opera tidak terlalu bagus untuk melakukannya.

Yang ketiga adalah Apple Safari. Di komputer saya juga sudah terinstall Safari 3.1.2 for Windows yang sering saya gunakan untuk browsing juga. Yang saya suka dari browser ini adalah font rendering yang lebih mudah dibaca (silahkan saja bandingkan dengan browser lain ;) ) dan adanya fitur Private Browsing (walaupun di firefox juga ada dengan tambahan add-on). Menurut teman-teman pengguna Mac, Safari-nya bisa berkali-kali lebih cepat dibanding browser lain, tetapi kehebatan itu tidak saya rasakan pada Safari saya :)) , entah kenapa saya juga kurang tau, tetapi yang jelas browser ini lebih cepat dibanding IE. Nilai tambah lainnya adalah tampilan dan animasinya yang unik yang membuat kesan tersendiri pada browser ini (ya iya lah… Apple punya :d )

Terakhir adalah Mozilla Firefox. Eiitts… tapi jangan berfikir dulu saya akan merekomendasikan browser ini pada Anda, walaupun akhirnya saya nanti akan banyak menyebutkan kelebihannya dibanding browser lain :)) . Sekarang saya menggunakan Firefox 3.0 dan Firefox 2.0 Portable. Sangat disayangkan Firefox versi 3 ini adalah browser yang rakus memory yang tidak seperti versi sebelumnya yang lebih ringan. Tetapi entah kenapa pada sistem operasi Linux, Firefox tidak se-rakus di Windows yang mengkonsumsi banyak memory (atau jangan-jangan itu hanya perasaan saya saja… :-S ). Tapi walau bagaimanapun, ini menjadi browser kecintaan saya sekarang :d Bukan karena gambar icon-nya bagus lho… :d tapi memang Firefox ini mewakili dari semua kelebihan web browser yang ada saat ini.

Menggunakan engine Gecko yang sesuai standar W3C adalah yang paling utama, dan juga bisa menampilkan beberapa spesial CSS yang tidak bisa ditampilkan di browser lain. Contohnya silahkan saja amati sebuah button pada halaman Admin Wordpress Anda, jika Anda menggunakan Firefox atau Safari, button tersebut akan nampak lebih halus dengan keempat ujungnya yang agak tumpul (atau istilah kerennya rounded corner), padahal itu murni menggunakan CSS, bukan JavaScript. Satu hal lagi dimana Firefox menjadi browser yang paling direkomendasikan adalah dengan adanya addons.mozilla.org. Ribuan Add-ons dan theme yang dikembangkan oleh jutaan orang di dunia untuk Firefox siap untuk dipilah untuk kenyamanan berselancar Anda. Pada postingan saya sebelumnya, juga pernah menulis tentang bagaimana membuat browser ini lebih ‘wuzzz…’ dengan cara mengaktifkan pipelining-nya dan beberapa opsi tambahannya. Silahkan cek kembali artikel sebelumnya :)

Kenyataan yang Terjadi

Walaupun IE adalah browser yang paling tidak direkomendasikan, tetapi lihatlah statistik blog saya berikut. (diambil 18/09/08) ;))

Bagaimana dengan blog Anda? Saya pikir juga tidak jauh beda dengan statistik di atas :d dari IE, Firefox, Opera kemudian disusul browser-browser lain seperti Safari, Avant, Flock, dll.

Perdana Bulan September

Thursday, September 11th, 2008

Lama tak apdet blog (sampai di tegur sama mas Andy dan mas Gus di postingan sebelumnya), kali ini saya ingin memberikan sedikit info tentang “pekerja dunia maya”…

Awal liburan ini terasa sangat menyenangkan sekali, yang saya awali dengan posting posting “Teriak Kebebasan…“. Tapi, lama kelamaan jadi bosan sendiri karena keseharian saya hanya makan, tidur, maen, nonton dan hal lain yang menghabiskan uang :frawn: . Rutinitas sehari-hari jadi tidak teratur, yang biasanya jam 7 pagi saya sudah mandi, waktu liburan bahkan pagi pun jarang mandi (hi.. hi.. hi.. ;)) ).

Merasa bosan dengan keseharian saya, kemudian saya mencari kesibukan lain yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, yaitu mengerjakan project dari orang lain sebagai freelancer. Awal mulanya adalah ketika beberapa waktu lalu saya chatting melalui YM dengan teman blogger saya Alif yang blog-nya ada di sini. Dia memperkenalkan saya pada sebuah situs yaitu getafreelancer.com, yang kemudian dari situ saya menemukan situs situs serupa lainnya seperti eurolancer.com, freelanceswitch.com, scriptlance.com, joomlancers.com, php-freelancer.com, dll.

Pertama kali yang membuat saya tergiur adalah bayaran yang kita dapatkan sangat tinggi (relative menurut saya). Contohnya saja untuk project instalasi script yang sederhana seperti wordpress atau joomla saja nilainya bisa mencapai puluhan hingga ratusan dollar, belum lagi project yang lebih kompleks seperti theme design, SEO, dll, bayaran yang bisa didapat mencapai ribuan hingga puluhan ribu dollar. Tapi untuk memenangkannya tantu tidak semudah yang kita bayangkan. Karena dari 4 project yang saya kerjakan, hanya 1 saja yang saya dapat :( itupun dengan bayaran yang tidak seberapa, karena bid saya paling rendah diantara semuanya (he.. he.. cari jalan aman :d ).

Fakta yang Terjadi dalam Persaingan Mendapatkan Project

Disini terdapat lelang project, ada project creator dan freelancer. Nah, freelancer di sini saling berebutan untuk mendapatkan project dari sang project creator sesuai bidang mereka. Project creator juga menentukan bayaran minimal dan maksimal atas project yang mereka berikan, dan disini para freelancer dapat mem-bid (susah di bahasa indonesia-kan) project tersebut sesuai harga yang telah ditetapkan tersebut.

Buyers (saya gunakan istilah buyer atau project creator disini untuk orang yang memberi proyek) biasanya lebih percaya jika banyak orang yang merekomendasikannya lewat review misalnya, tidak heran jika freelancer dengan rating yang tinggi akan selalu diutamakan, dan biasanya juga mereka akan meminta reward diatas rata-rata atau maximal. Nah, bagi freelancer yang belum punya rating (seperti saya :d ) biasanya cari jalan aman untuk memasang harga lebih rendah, dengan harapan buyer akan mempertimbangkan budget mereka untuk keperluan lain.

Yang kedua adalah portofolio. Ini menjadi sangat penting untuk meyakinkan orang akan hasil karya kita (Sayapun juga belum punya portofolio :d kapan-kapan deh saya buat :p), dengan portofolio dari hasil pekerjaan yang sudah kita buat, buyer akan lebih yakin untuk mendapatkan hasil pekerjaan sesuai keinginan mereka. Dan yang tidak kalah penting adalah sikap professional, baik professional dalam berkomunikasi maupun dalam hal waktu. Beberapa buyer mungkin tidak mau tau prosesnya, hanya terima jadi sesuai keinginan, tetapi beberapa diantaranya mengharuskan kita berkomunikasi secara rutin baik via email, YM atau Skype. Nah, bagi yang bahasa inggisnya pas-pasan, tentunya buyer yang crewet akan sangat merepotkan :d Dan kebetulan, buyer terakhir dimana saya bekerja adalah orangnya crewet sekali, dari batas waktu 5 hari yang diberikan, setiap hari paling tidak saya mendapat 3 email dari dia :d serta selalu mengingatkan deadline dari projectnya :d Kadang-kadang, kondisi seperti ini bisa bikin orang stress jika tidak tahan terhadap pressure ~X(

Bagi yang tertarik dan ingin mencobanya, maka silahkan saja register di beberapa situs yang saya sebutkan di atas, dan baca dulu FAQnya tentunya. Memang sepintas gajinya terlihat sangat besar, tetapi setelah saya hitung-hitung, ternyata itu berbanding lurus dengan waktu dan biaya yang kita keluarkan, untuk mengurangi jam tidur dan biaya koneksi internet selama mengerjakannya tentunya :d Semoga bermanfaat ;)

Ajax not AJAX, I’m not Stupid!

Thursday, July 31st, 2008

Ketika sedang berjalan-jalan di atas Firefox saya beberapa waktu yang lalu, saya melihat sebuah slogan di sebuah situs berbunyi - It’s ‘Ajax’, not ‘AJAX’, Stupid! - :-S Tapi waktu itu saya tidak begitu menanggapinya karena saya pikir itu hanya sebuah kalimat ungkapan atau sebagai guyonan saja. Tetapi beberapa waktu kemudian, saya menemukan sebuah website (forum lebih tepatnya) lain yang juga membicarakan kesalah-kaprahan istilah tersebut, bahkan ada satu kalimat yang saya ingat disana yang mengatakan ‘Orang IT itu dungu jika mengatakan AJAX (upper cased)’. Wow… :-o saya jadi berfikir seberapa penting menulis sebuah huruf kapital hingga menjadikan seseorang bodoh atau dungu.

Padahal selama ini saya tidak begitu memperhatikan apakah itu Ajax atau AJAX. Memang sebelumnya saya pernah membaca di wikipedia yang menerangkan bahwa AJAX sudah berganti menjadi Ajax. Tapi saya pikir semua orang pasti mengerti maksud saya jika saya menuliskan Ajax ataupun AJAX, atau bahkan aJaX, tapi ternyata tidak semua orang bisa menerima bahwa kesalahan 1 huruf kapital saja yang bisa berakibat fatal hingga mengakibatkan seseorang dianggap dungu :d

Buku-buku yang Perlu Perbaikan.

Beberapa buku yang sudah pernah saya baca tampaknya juga tidak luput akan kesalah-kaprahan ini. Bahkan hingga cetakan ke-2 pun masih belum ada perbaikan. Tampaknya para penulis buku dan editornya masih tetap saja berpegang teguh pada ‘AJAX’. Padahal buku itu kan sumber referensi bagi pembacanya, jadi sebisa mungkin kesalahan-kesalahan kecil seharusnya sudah diperbaiki pada cetakan berikutnya.

buku Ajax

Tampaknya mulai sekarang saya musti lebih berhati-hati kalau menulis sesuatu, bisa-bisa bukan cuma di-cap orang bodoh atau dungu, bahkan orang yang tak berpendidikan atau orang yang asusila :))


Creative Commons Attribution 3.0 Unported
Creative Commons Attribution 3.0 Unported