Manajemen RSS Feed
Tuesday, December 9th, 2008
Sudah sering lihat gambar seperti di samping? Atau sudah familier karena sudah memanfaatkannya setiap hari? Tapi hati-hati, karena kadang-kadang seseorang menjadi malas karena gambar aneh tersebut.
Loh koq bisa?
Ya bisa dong, lha wong saya yang udah pernah ngrasain![]()
Umumnya seseorang mengunjungi suatu situs atau blog karena ingin tau apa saja informasi di dalamnya. Nah sekarang, bagaimana kalau informasi tersebut bisa di akses tanpa harus mengunjungi website asalnya, bahkan informasi tersebut datang dengan sendirinya ke layar desktop untuk kita jadikan sarapan pagi? Tentunya keuntungan besar ada pada si pembaca tadi, karena tidak usah susah-susah mengunjungi sebuah website, hemat bandwith, dan tentunya lebih efektif dan efesien, tapi sebaliknya, kerugian ada pada penyedia informasi tersebut, sudah susah-susah nulis, ngga dapet traffic, tapi bandwith dari server juga tetep di sedot pula
Jadi bagaimana seharusnya?
Saya tidak tau yang seharusnya, tapi saya akan sharing disini management RSS feed yang saya terapkan selama ini
1. ) Bagi empunya blog, lebih baik untuk mengirimkan ‘ringkasan’ dari posting kita saja kepada para subscriber yang dapat diatur melalui Halaman Admin->Setting->Reading (walaupun hanifali.info menggunakan full-text
). Hal ini akan ‘memaksa’ pembaca yang penasaran kembali lagi ke blog kita untuk melihat isi posting selengkapnya, sehingga bagi blog-blog untuk make money online tidak kehilangan PPC-nya
.
2. ) Jangan terlalu banyak memasukkan ‘Syndication feeds show the most recent’. Kadang-kadang orang muak juga liat artikel yang sudah pernah dibaca memenuhi RSS Reader-nya
3. ) Menambahkan blog-blog yang sering dikunjungi ke RSS Reader. Hal ini sangat bermanfaat sekali karena kita jadi tau kapan waktu yang tepat untuk blogwalking karena selalu ada notifikasi update dari sebuah situs. Aplikasi RSS Reader desktop yang dapat digunakan contohnya Mozilla Thunderbird dan Akregator (Linux) atau Snarfer (Windows).
4. ) Menambahkan juga komen RSS dari blog-blog kita sendiri ke RSS Reader. Ini juga memudahkan kita untuk menentukan kapan harus membalas komentar dari pengunjung.
5. ) Kategorikan Setiap Feed dalam sebuah folder. Misalnya Feed dari Group, feed blog, feed komentar, feed dari situs berita, dsb.
Statistik Subscriber dan Jaringan Iklan
Bagaimana untuk dapat mengetahui berapa pembaca dan siapa saja yang mengikuti website kita melalui RSS Feed? Atau bagaimana agar RSS Feed kita menampilkan iklan dari jarinagan iklan tertentu?
Ya, FeedBurner. Walaupun banyak penyedia jasa serupa, tetapi FeedBurner mempunyai keunggulan tersendiri karena merupakan anakan dari Google yang bisa menampilkan iklan dari AdSense pada RSS Feed. Tapi bukan berarti FeedBurner merupakan satu-satunya yang dapat menampilkan iklan AdSense, alternatifnya bisa juga FeedBiz, atau menggunakan plugin ‘Adsense for Feed’ untuk WordPress.
Begitulah kira-kira selama ini saya memanfaatkan RSS Feed, kalau ada yang salah, silahkan di-protes
Maaf juga untuk satu minggu kemarin jarang blogwalking, karena sedang ngerjain yang satu ini
he.. he /*promosi mode on*/
habis ini langsung blogwalking deh



tapi keliatannya ibu saya dulu udah tau tapi diem aja
Dan ketika itu pula bapak yang duduk di samping saya memarai saya dan berteriak “Koplingnya diinjak dong mas… gimana sih…”
Aduh, deg-degan juga saya waktu itu.
Hya… Hari Sabtu ini memang enaknya buat refreshing di sela ujian mid-semester yang padat
atau lebih tepatnya 5 hari lebih beberapa jam
jadi harus utak-atik lagi deh…

untung saja saya punya semua backup-nya, jadi masih bisa selamat…
tetapi setidaknya sudah sedikit terbantu karena bedeng.com sudah berbaik hati untuk tidak memberikan nama subdomain “weblog.bedeng.com” kepada orang lain dan sudah memberikan redirect otomatis ke blog ini, jadi jejak yang saya tinggalkan di blog-blog tetangga tidak menuju ke jalan buntu









