Tulisan Lain - Blognya Hanif Ali - http://hanifali.info
Jun 28

Kenapa Illfeel Sama Linux?

Ditulis oleh Hanif dalam Ulas — [23] Komentar

Karana maraknya postingan tentang linux dari para blogger lain, saya juga pingin nulis tentang Lunux :p Tapi sebelumnya, mari kita simak beberapa pertanyaan yang paling sering dilontarkan user yang baru saja menjajal Linux.

  1. Mana nih drive C-nya?
  2. Koq passwordnya ditanyain lagi?
  3. Udah Linux nih, terus mau diapain yah?

Yah,,, dulu saya juga sama bingung mau diapain si Tux imut ini, tapi sekarang udah biasa tuh. Memang sih saya tidak 100% Linux, soalnya mata kuliah yang saya ambil masih bermain-main dengan windows juga. Jadi saya install dual OS di komputer saya. Tetapi kalau dilihat dari perkembangannya, saya kagum sama Linux karena memang cepat sekali. Lihat saja Ubuntu contohnya, setiap 6 bulan sekali rilis versi baru, sampai-sampai saya sudah bisa meramalkan habis versi 8.04 ini pasti muncul 8.10, kemudian 9.04 setelah itu 9.10 ** ya iya lah… udah basi kalee ;)) **.

Dua Kelemahan

Mungkin ini yang membuat user pemeluk agama windows illfeel sama Linux. Yang pertama adalah command line, yang kedua adalah game.

Bayang-bayang linux adalah command line memang tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena memang dengan GUI/X-windows sekalipun linux tetap tidak bisa lepas dari command line. Contoh saja ketika ingin menginstall program tambahan, harus buka terminal root dulu, password lagi password lagi, kemudian mulai mengetikkan perintah-perintahnya mulai dari “./configure” sampai “./install”, belum lagi kalau installasinya gagal karena paket dependency yang lain belum di pasang. Wah, kalau buat orang awam emang nyebelin banget tuh :p tapi disini intinya adalah terbiasa. Kalau mau belajar, lama-lama akan lancar sendiri ;)

Yang kedua adalah game. Tentu saja Linux menjadi sosok yang menakutkan buat para gamer **untung saja saya bukan maniak game ;)) **. Untuk masalah yang satu ini, kita hanya bisa berharap pada kesempurnaan project wine. Sekarang ini beberapa aplikasi dan game untuk Microsoft Windows sudah bisa dijalankan di Linux dengan wine ini. Lihat saja gambar dibawah, saya menjalankan Adobe Photoshop 7 di atas Linux Debian 4.

Adobe Photoshop on Debian

Berawal dari Sini…

Ini adalah pengalaman pertama saya ketika coba-coba Linux. Waktu itu saya masih kelas 3 SMP, coba install Linux di komputer (waktu itu masih pake Pentium 2 dengan harddisk 10Giga). Berbekal install ulang windows beberapa kali, saya mau coba install Linux (waktu itu nama distronya masih mandrake), tetapi setelah Linux di-install, yang terjadi malah semua data di harddisk hilang tak bersisa :marah: **shock…** . Untung itu data punya saya semua, coba kalau ada dokumen punya ayah, bisa kena :fauxpass: sama ayah.

Merasa peristiwa hilangnya semua data di dalam komputer adalah suatu kebetulan, saya coba yang kedua kalinya. Tapi ternyata saya baru sadar kalau itu bukan kebetulan ** hi.. hi.. jadi malu sendiri :embrassed: **. Dan kali ini bukan hanya data saya yang hilang, MBR harddisk saya pun juga ikut kena. Akhirnya saya serahkan sama ahlinya buat di benahi.

Jalan-jalan ke Distro Linux

Lho, emang dimana distro Linux? He… he… ungkapa di atas sebenarnya bermakna ganda, soalnya distro diatas artinya bukan sebuah tempat seperti distro pakaian (distribution store) tapi dapat diartikan sebagai jenis Linux/Linux distribution.

Karena hobi coba-coba yang baru, setiap keluar distro Linux anyar saya buruan coba. Kalau dihitung-hitung udah sekitar 8 kali yah… :d Mulai dari Mandrake (Linux pertama yang buat data saya destroyed), kemudian dengan RedHat, Slackware (Linux di kampus nih…), Suse (Paling gampang menurut saya) dan Knoppix (Walaupun cobain Live CD-nya doank :p).

Udah kenalan juga sama Mr. Sudo alias Ubuntu (Saya sebut Mr Sudo lantaran waktu itu pusing gimana cara login sebagai root :d ), dengan OS-nya Google yaitu gOS (Mac banget, saya suka animasi dan tampilannya) dan sekarang yang saya pakai adalah Bapaknya Ubuntu dan Kakeknya gOS alias Debian 4 :d

Emang tampilannya agak jadul sih (tapi ngga jadul-jadul amat lho… ) kalau dibanding Ubuntu dan gOS, tapi jangan salah, kalau ngga ada Debian, Ubuntu sama gOS ngga akan Lahir Lho :p Ada beberapa screenshot desktopnya di bawah… *) Click to enlarge

Tampilan Linux Debian 4

Tampilan Linux Debian 4

(Ngga jadul-jadul amat kan? :p)

Oh iya, berkaitan sama hobi saya yang suka coba-coba distro Linux baru, saya udah install VMware di atas Debian 4, cara instalasinya di Linux Debian dapat dilihat di sini. Bagi yang suka incip-incip Linux ** halah… :d ** dan tidak mau repot buat partisi baru buat Linux baru, bisa pakai VM juga seperti saya ;)

Artikel ini ditulis pada tanggal 28-06-08 pukul 23:43. Baca selengkapnya untuk dapat meninggalkan komentar untuk tulisan ini...

Artikel Sebelumnya...

Jun 24

Ketok Magic Buat Gambar Animasi

Ditulis oleh Hanif dalam Internet, Ulas — [16] Komentar


Karena sedang iseng-iseng cari program GIF Animator, eh.. ngga sengaja ketemu sama web sang satu ini. Pengolah gambar menjadi sebuah animasi berformat GIF berbasis web ini tergolong unik, karena dapat mengembil gambar langsung dari webcam, dari flickr, atau bisa juga mengambil data dari komputer untuk di upload dulu. Kemudian hasil jadinya [...]

Jun 15

Teriak Kebebasan…!!!

Ditulis oleh Hanif dalam Corat-Coret — [21] Komentar


Alhamdulillah, ujian akhir semester genap ini sudah selesai. Setelah hampir 2 minggu dipusingkan oleh soal-soal ujian, dimana proses belajar selama 1 semester dan kekompakan tim diuji, akhirnya sekarang berakhir  Kabar yang paling menggembirakan adalah liburan semester ini 4 bulan euyy!!! Itu kalau tanpa SP terus libur semester yang hampir 3 [...]

May 29

Tempat Futsal Paling Romantis

Ditulis oleh Hanif dalam Jepret — [24] Komentar


Banyak tempat pacaran yang romantis, tapi kalau tempat futsal? Hemm,,, saya baru nemu tempat futsal yang romantis seperti ini tadi malam…

Lapangan futsal yang diterangi lilin-lilin di sekelilingnya, di tengah heningnya malam jogja. Hanya ada satu alasan untuk mengungkapkannya, itu karena… “mati lampu!”

May 29

Solving Socket Error pada MigPro (bag. IV)

Ditulis oleh Hanif dalam Mig33 — [7] Komentar


Hehe… Akhirnya “Solving Socket Error pada Migpro” bagian IV ditulis juga Sebenarnya bagian III kemarin saya sudah berencana tidak membahas masalah Mig33 di blog, karena saya sudah posting semua tentang mig33 di beberapa forum yang ada, eh… tapi ternyata banyak yang masih nyasar di blog ini untuk tanya-tanya masalah mig33 [...]




Hanif is not Online

Secangkir RSS Feed

Top Komentator